Page 50 - KSP SMK Pertiwi Kuningan 2025-2026
P. 50
a) Jadwal: Kegiatan dilaksanakan di luar jam pelajaran, umumnya pada sore hari
(Selasa-Jumat) dan/atau pada hari Sabtu. Jadwal detail disusun oleh masing-masing
pembina.
b) Bentuk Kegiatan: Pelaksanaan dilakukan melalui metode latihan rutin mingguan,
pengerjaan proyek karya, partisipasi dalam kompetisi atau festival, serta
pementasan/unjuk karya pada acara-acara sekolah.
c) Pembina: Setiap kegiatan dibina oleh guru yang kompeten di bidangnya. Untuk
cabang tertentu seperti Pencak Silat, sekolah bekerja sama dengan pelatih eksternal
profesional.
4. Asesmen dan Evaluasi
a) Asesmen Peserta Didik: Penilaian kegiatan ekstrakurikuler bersifat kualitatif
(deskriptif) yang dicantumkan dalam rapor. Aspek yang dinilai meliputi tingkat
partisipasi (kehadiran), perkembangan keterampilan, dan sikap selama mengikuti
kegiatan. Tidak ada penilaian berupa skor angka.
b) Evaluasi Program: Evaluasi program ekstrakurikuler dilakukan oleh sekolah setiap
akhir tahun ajaran. Evaluasi ini mencakup analisis tingkat partisipasi siswa,
rekapitulasi prestasi yang diraih, dan pengumpulan masukan dari siswa serta
pembina. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki,
mempertahankan, atau mengembangkan jenis ekstrakurikuler di tahun ajaran
berikutnya.
D. Layanan Bimbingan Konseling
Layanan Bimbingan Konseling (BK) di SMK Pertiwi Kuningan merupakan bagian integral dari
sistem pendidikan yang bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan optimal setiap peserta
didik. Layanan BK diselenggarakan secara proaktif dan sistematis oleh Guru BK (Konselor
Sekolah) untuk membantu siswa mencapai kemandirian dalam aspek pribadi, sosial, belajar,
dan karir.
Layanan diberikan melalui berbagai strategi, termasuk layanan klasikal di kelas, bimbingan
kelompok, konseling individual, serta kolaborasi dengan orang tua, wali kelas, dan pihak
eksternal. Berikut adalah ruang lingkup layanan BK yang diselenggarakan:
1. Layanan Bimbingan Pribadi Layanan ini berfokus pada pengembangan diri dan
pemecahan masalah personal yang dapat menghambat proses belajar dan
perkembangan siswa.
41

